Jumat, 03 Januari 2014

Bicara soal IPK

Sekarang kita bicara soal mahasiswa dan ipk, ini dua kata yang tidak bisa dipisahkan dari warna warni serta lika liku dunia kampus. Bagi kita yang kini menyandang predikat mahasiswa, tentulah menginginkan hasil terbaik selama mengikuti perkuliahan, itulah yang biasa disebut Indeks Prestasi Kumulatif yang nyaring terdengar ditelinga kita dengan sebutan IPK.

Agak sensitif kalo anda bertanya pada teman anda mengenai nilai IPKnya saat ini, karena tidak semua mahasiswa senang jika ditanya soal ipk, konon ipk itu soal privasi bro, jadi kudu jaga hati jaga perasaan, pada dasarnya penilaian mata kuliah yang termaktub dalam ipk rada nerawang nerawang gitu .

Sabtu, 31 Agustus 2013

karya dari seorang teman

sejatinya tidaklah diri berbahagia kala apa yang diingin kini tersampaikan, sebuah karya dari seorang temanku bernama jhon hery, teman lama yang telah ku kenal sejak bangku smp hingga Allah juga menakdirkan kami untuk kembali bersama di bangku kuliah.

suatu ketika saat ia menunjukkan karyanya berupa gambar salah seorang teman kami, maka aku pun ingin dibuatkan hal serupa, hingga akhirnya penantian itu tiba  saat lebaran  1434 H aku mengirimkan foto yang ingin dibuatkan seperti temanku tadi, dan ia pun merealisasikan apa yang aku inginkan.

sebuah karya dari seorang teman



jadi bagaimana menurut kalian ?

Sabtu, 06 Juli 2013

bahagia itu sederhana

Tak ada satu pun makhluk dimuka bumi ini menolak kebahagiaan, bahkan saya berpikir setan sekalipun akan merasakan kebahagiaan itu meski sekedar berhasil menyesatkan anak cucu adam. Kebahagiaan itu tidaklah mungkin terdefinisikan secara utuh, karena hakikatnya kebahagiaan itu menurut apa yang kita rasakan. Adapun hal itu nampak saat anda merasakan kebahagiaan tapi anda tidak akan pernah tahu apakah orang disekitar anda merestui kebahagiaan yang anda rasakan atau malah sebaliknya iri terhadap apa yang anda rasakan.

Bahagia itu sederhana, karena ia hadir secara natural dan tanpa dibuat - buat, untuk apa anda merekayasa kebahagiaan, karena hidup bukan seperti skenario didalam film tetapi hidup berdasarkan apa yang telah anda alami. misalkan anda adalah orang yang amat sibuk, pagi hingga malam terus menerus bekerja, sehingga sangat sedikit waktu untuk beristirahat, bagi mereka diwaktu libur dapat tidur siang dengan nyenyak tanpa gangguan merupakan kebahagiaan yang tidak ternilai, mungkin orang menganggap itu biasa, tapi ternyata kebahagiaan itu hadir lewat sesuatu yang kita anggap sederhana.

Sabtu, 01 Juni 2013

Kuliah atau kerja ??


Tamat sekolah pilih kuliah 

Tak dapat dipungkiri kini jutaan siswa sekolah menengah atas kini tengah dirundung kegalauan, bayangin aja selepas ujian nasional, alih alih hendak bersantai dan menjelojorkan kaki, mereka masih tetap berpacu memeras otak untuk menghadapi berbagai macam tes saringan masuk, entah itu sekolah kedinasan yang menjamin pekerjaan kedepannya, maupun instansi bumn yang membuka peluang bagi mereka tamatan sma. Ini menjadi pilihan yang amat berat kala berstatus “alumni baru”, ibarat ini pengangguran “baru”, mau dibilang kerja, gak ada kerjaan, mau dibilang sekolah, udah dinyatakan lulus, akibat kegalau status inilah, mereka “alumni baru” mencoba menemuka jatidiri yang baru lewat serangkai tes. Banyak pilihan yang dapat dipilih seperti sekolah kedinasan favorit macam Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Sekolah Akuntansi Negara(STAN), atau Instansi Pemerintah yang menerima lulusan SMA , seperti PT PUSRI, PT PLN, PT BA, dan  PT PERTAMINA.

Bagi mereka “alumni baru” yang berpikir cerdas, sekolah kedinasan mungkin menjadi alternative dan jalan bagi mereka yang cerdas untuk dapat kuliah, bayangin aja masih kuliah aja udah dapet uang saku, dan pas tamat kuliah udah dapet kerja yang jelas dan pasti sesuai dengan apa yang dijanjiin oleh perguruan tinggi kedinasan tersebut. Menurut saya bagi anak  golongan menengah kebawah bisa lulus di perguruan tinggi kedinasan merupakan nikmat yang tiada terkira, saat harapan untuk kuliah itu terbentur dinding biaya, ada jalan untuk merubah nasib lewat kuliah tanpa biaya, dan harusnya ini menjadi motivasi bagi siswa kurang mampu yang memiliki otak cerdas.
 Sebaliknya pula penerimaan pekerjaan jalur SMA di instansi BUMN amatlah terbatas dinegeri ini, namun patut untuk menjadi pertimbangan bagi mereka yang nggak mau negebebanin orang tua untuk kuliah, toh prinsip mereka “ kuliah juga ujung – ujungnya nyari kerja, jadi kalo udah dapet kerja mah kuliah bisa kapan aja” begitu ku dengar dari salah satu alumni disekolaku. Pernyataan ini bener loh kalo dipikir, dari statistik menunjukkan kalau banyak nih zaman sekarang pengangguran intelektual, yaitu mereka yang tamat dari bangku kuliah namun tidak dapat terserap dalam lapangan pekerja. Dan bagi mereka yang tamatan sma yang udah dapet kerja, biasanya nih lebih cepet nikah dibanding mereka yang masih kuliah ,hehehe.