Sabtu, 31 Agustus 2013

karya dari seorang teman

sejatinya tidaklah diri berbahagia kala apa yang diingin kini tersampaikan, sebuah karya dari seorang temanku bernama jhon hery, teman lama yang telah ku kenal sejak bangku smp hingga Allah juga menakdirkan kami untuk kembali bersama di bangku kuliah.

suatu ketika saat ia menunjukkan karyanya berupa gambar salah seorang teman kami, maka aku pun ingin dibuatkan hal serupa, hingga akhirnya penantian itu tiba  saat lebaran  1434 H aku mengirimkan foto yang ingin dibuatkan seperti temanku tadi, dan ia pun merealisasikan apa yang aku inginkan.

sebuah karya dari seorang teman



jadi bagaimana menurut kalian ?

Sabtu, 06 Juli 2013

bahagia itu sederhana

Tak ada satu pun makhluk dimuka bumi ini menolak kebahagiaan, bahkan saya berpikir setan sekalipun akan merasakan kebahagiaan itu meski sekedar berhasil menyesatkan anak cucu adam. Kebahagiaan itu tidaklah mungkin terdefinisikan secara utuh, karena hakikatnya kebahagiaan itu menurut apa yang kita rasakan. Adapun hal itu nampak saat anda merasakan kebahagiaan tapi anda tidak akan pernah tahu apakah orang disekitar anda merestui kebahagiaan yang anda rasakan atau malah sebaliknya iri terhadap apa yang anda rasakan.

Bahagia itu sederhana, karena ia hadir secara natural dan tanpa dibuat - buat, untuk apa anda merekayasa kebahagiaan, karena hidup bukan seperti skenario didalam film tetapi hidup berdasarkan apa yang telah anda alami. misalkan anda adalah orang yang amat sibuk, pagi hingga malam terus menerus bekerja, sehingga sangat sedikit waktu untuk beristirahat, bagi mereka diwaktu libur dapat tidur siang dengan nyenyak tanpa gangguan merupakan kebahagiaan yang tidak ternilai, mungkin orang menganggap itu biasa, tapi ternyata kebahagiaan itu hadir lewat sesuatu yang kita anggap sederhana.

Sabtu, 01 Juni 2013

Kuliah atau kerja ??


Tamat sekolah pilih kuliah 

Tak dapat dipungkiri kini jutaan siswa sekolah menengah atas kini tengah dirundung kegalauan, bayangin aja selepas ujian nasional, alih alih hendak bersantai dan menjelojorkan kaki, mereka masih tetap berpacu memeras otak untuk menghadapi berbagai macam tes saringan masuk, entah itu sekolah kedinasan yang menjamin pekerjaan kedepannya, maupun instansi bumn yang membuka peluang bagi mereka tamatan sma. Ini menjadi pilihan yang amat berat kala berstatus “alumni baru”, ibarat ini pengangguran “baru”, mau dibilang kerja, gak ada kerjaan, mau dibilang sekolah, udah dinyatakan lulus, akibat kegalau status inilah, mereka “alumni baru” mencoba menemuka jatidiri yang baru lewat serangkai tes. Banyak pilihan yang dapat dipilih seperti sekolah kedinasan favorit macam Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Sekolah Akuntansi Negara(STAN), atau Instansi Pemerintah yang menerima lulusan SMA , seperti PT PUSRI, PT PLN, PT BA, dan  PT PERTAMINA.

Bagi mereka “alumni baru” yang berpikir cerdas, sekolah kedinasan mungkin menjadi alternative dan jalan bagi mereka yang cerdas untuk dapat kuliah, bayangin aja masih kuliah aja udah dapet uang saku, dan pas tamat kuliah udah dapet kerja yang jelas dan pasti sesuai dengan apa yang dijanjiin oleh perguruan tinggi kedinasan tersebut. Menurut saya bagi anak  golongan menengah kebawah bisa lulus di perguruan tinggi kedinasan merupakan nikmat yang tiada terkira, saat harapan untuk kuliah itu terbentur dinding biaya, ada jalan untuk merubah nasib lewat kuliah tanpa biaya, dan harusnya ini menjadi motivasi bagi siswa kurang mampu yang memiliki otak cerdas.
 Sebaliknya pula penerimaan pekerjaan jalur SMA di instansi BUMN amatlah terbatas dinegeri ini, namun patut untuk menjadi pertimbangan bagi mereka yang nggak mau negebebanin orang tua untuk kuliah, toh prinsip mereka “ kuliah juga ujung – ujungnya nyari kerja, jadi kalo udah dapet kerja mah kuliah bisa kapan aja” begitu ku dengar dari salah satu alumni disekolaku. Pernyataan ini bener loh kalo dipikir, dari statistik menunjukkan kalau banyak nih zaman sekarang pengangguran intelektual, yaitu mereka yang tamat dari bangku kuliah namun tidak dapat terserap dalam lapangan pekerja. Dan bagi mereka yang tamatan sma yang udah dapet kerja, biasanya nih lebih cepet nikah dibanding mereka yang masih kuliah ,hehehe.

Jumat, 08 Maret 2013

Kemandirian seorang mahasiswa

gelar maha yang di sematkan pada siswa bukan merupakan sekedar istilah pembeda institusi pendidikan antara sekolah maupun universitas .

jauh dari  pendefinisian tersebut , kata maha mengandung makna bahwa fase merupakan fase terpenting dalam kehidupan seorang akademisi.
mengapa demikian ?

karena amat jauh perbedaan sekolah dan universitas .
kalo kita bicara sekolah, maka aturan mulai tampak dari ujung rambut sampai ujung kaki.
rambut tidak boleh melebihi 3 cm bagi sekolah unggulan, wajib pakek seragam sekolah, sepatu nggak boleh beraneka warna , dan harus dominan waran item.

nah kalo kuliah ? mau rambut panjang ampe dikepang boleh, mau pakek baju kayak pergi kondangan boleh, ( asal jangan pakek kaos ) , mau pakek sepatu warna pelagi juga orang gak bakal ngelarang, asal lo kuliah pakek sepatu .

mulai cara belajar pun juga beda bro, kalo sekolah ma semua orang dapetin mata pelajaran yang merata dan dalam kurun waktu yang sama, la kalo kuliah ? lo dan temen lo nggak sama, yang ngebedain adalah jumlah mata kuliah persks yang lo ambil.

kalo disekolah guru ngejelasin panjang lebar ampe bebusa, saat lo kuliah , lo bakal nemuin dosen yang irit bicara, kalo ngejelasi seperlunya doang, sisa nya kemana ? ya lo cari sendiri.

disaat lo ngadepin masalah dalam halnya pelajaran, lo bisa les di bimbel dan bersemedi untuk konsul berbagai pelajaran yang lo kagak ngerti disekolah, sedangkan kalo kuliah ? lo harus berusaha sendiri gimana caranya ngertiin pelajaran tersebut, mulai nanya temen yang dewa, kakak kelas yang pinter, ampe lo bolak balik perpus untuk ngedapetin jawaban dari pokok pelajaran yang lo gak ngerti.

dari segi hal tugas, kalo kalian belum selesai , guru mah masih bisa kasih kita toleransi ampe minggu depan, lah kalo dosen ? lo nggak ngumpul gak masalah baginya, lo siap siap aja dapet kenyataan diakhir semester dapet akumulasi nilai berapa.

kalo siswa punya istilah uang jajan , entah itu lo dikasih harian , mingguan atau pun bulanan itu masalah lo, tapi kalo mahasiswa , sebenernya sama juga kayak siswa, dapet uang saku juga dari ortu, tapi yang ngebedainnya adalah mahasiswa mesti ngirit pengeluaran, dan muter otak gimana caranya dapet penghasilan tambahan,.

mau pilih jurusan di universitas pun bukan kayak lo mau pilih sekolah unggulan yang disuruh ortu atau ikut ikutan temen, tapi jurusan itu adalah pilihan masa depan, mesti sesuai dengan minat dan kemampuan yang lo miliki, salah memelih maka lo bakalan nyesel seumur hidup, pemilihan jurusan itu berkaitan dengan masa depan, terlepas dari sukses atau tidaknya kita nanti, tapi yang jelas jurusan dimasa depan itu berawal dari anda berkaca diri, aku ini mau jadi apa nanti.

letak nuansa ini lah yang menyebabkan secara keseluruhan mahasiswa itu di tuntut mandiri secara keseluruhan, baik kemandirian dalam belajar, kemandirian ngantur diri, sampe kemandirian ngatur isi dompet.

istilah cinta dikampus mah kayaknya gak se romantis cinta sekolahan deh, kenapa ?
kalo kita beda jurusan bakalanan gak setiap waktu ketemuan, kalo pun satu jurusan , lo gak tau apa nanti bisa lulus bareng si doi atau malah ditinggalin si doi.

pola pacarannya pun mungkin lebih keliyatan seriusan sih, banyak kawan yang bilang habis kuliah ini cari kerja dan langsung nikah dengan si doi , lah kalo sekolah ?
moga lah lo pacaran dari sd, smp ampe sma, apa habis sekolah lo bakal nikah ? gak bakalan bro, ini bukan zaman siti nurbaya lagi.
artinya kalo pacaran anak sekolahan itu mah , masih sebates seneng seneng doang yang nggak jelas arah tujuannya bakal kemana , setuju ?

mau gak mau lo mesti setuju, karena ibarat ni cinta sekolahan tu masih ingusan, mesti siap sapu tangan untuk ngebersiin tu ingus, lah kalo pacaran ala mahasiswa ?
lo udah punya otak yang cerdas, mau makan apa lo nanti kalo nikah ama si doi ? batu ?
emang kenyang kalo cuma dikasih cinta ?
bukan bermaksud materalistis tapi kita mesti relistis bro.

kemandirian mahasiswa itu juga tampak dari beberapa menyukai kegiatan diluar kampus, mulai lo jadi akktivis himpunan mahasiswa, pencinta alam, LDK, semua itu pengalaman berorganisasi untuk bergaul dengan orang banyak, dan disanalah anda belajar bermasyarakat.

jadi, bagi mereka mahasiswa baru awalnya bakalan shock akan realita ini, dikira enak kuliah itu ?
pada intinya lo mesti cepet cepet adaptasi dengan suasana kampus, jika lo gak bisa, maka lo akan dibuat susah sendiri,
karena era mahasiswa itu adalah era kemandirian untuk bekal hidup dimasa depan.